Ads Top

Puisi Tentang Sahabat
KEHIDUPAN mengajarkan kita untuk senantiasa bergaul, bersosialisasi, dan menjalin hubungan dengan orang lain. Entah itu nanti hanya sebatas perkenalan tanpa ada kelanjutan, atau bisa juga menjadi sahabat dan kawan. Semua itu tergantung bagaimana kita menjalaninya. Dalam kehidupan ini, selalu ada dua orang bahkan lebih, memiliki teman sebaya, teman bermain, dan teman untuk berbagi cerita. Mereka akan senantiasa ada dan meringankan beban yang ada di pundak kita. 

Seorang sahabat akan selalu berusaha untuk membuat kita nyaman. Seorang sahabat bukan mereka yang datang ketika diperlukan melainkan adalah orang yang meski tidak diminta akan memberi pertolongan. Mungkin dari sekian banyak orang, sahabatlah yang paling memahami kita, paling mengerti posisi, dan jalan pikiran kita. Oleh karena itu, seorang sahabat adalah bagian terpenting dalam hidup selain keluarga yang sesungguhnya.
Pada malam-malam yang kita lupa
hitung detik-menit putaran
: Denting adalah kealpaan yang disengaja

Ada kenang yang memberi tenang
Di setiap rintih kematian yang akan datang
Adalah gitar yang kau petikkan
Adalah lagu yang kau bawakan

Selepas malam meminta pamit
Pada rembulan-bintang dan awan-awan
Sekapur siri yang disampaikan
malam kepada pagi adalah bukti
terjadinya kegembiraan.

Bukan esok ataupun kemarin tapi hari ini,
detik ini. Semuanya tersimpan rapi
dalam ingatan yang tak mungkin mati.

Sahabatku, teruslah petik gitarmu
dan jentikkan jemarimu
Di sanalah kenangan kita bersemayam
Pada lagu-lagunya, kau nisbahkan
kepercayaan juga keikhlasan.

Ada satu hal yang tidak pernah kita ingat
Adalah waktu yang terus berputar
Memberi kesempatan bagi kita terus di sini
Duduk ditemani secangkir kopi

Lagu-lagu bersenandung
Sahabatku, ada yang aku sampaikan
Terima kasihku yang tidak pernah diucapkan
Puji syukur yang tidak pernah diutarakan
Semoga hari ini, esok dan seterusnya
Masih ada waktu untuk kita
mengikat persaudaraan dan persahabatan.


Yogyakarta, 12 Februari 2015 
Powered by Blogger.