Ads Top

Harapku di Sela Nadimu

Puisi Perpisahan
Jika memang nanti, ada satu kesempatan
yang Tuhan berikan kepadaku.
Sampai waktunya tiba, di mana ia pergi
; menyeberangi batas dunia, menuju Ilahi

Ada beberapa doa, berharap sebagai penguat
Ketabahan batinku, ketabahan jiwaku
: Cinta dan seluruh rasaku

Semoga nanti ada sedikit senggang dan celah
Semoga nanti ada sedikit cerah dan doa penuh berkah
Semoga nanti ada sedikit rindu yang tabah
Merelakan segalanya kepada kenang indah

Aku ingin menyampaikan, beberapa alasan
kepada waktu juga masa-masa sebelum usia
menjemputmu. Membawa segalanya pergi
dan cintaku tak lagi memegang tubuhmu.

Untukmu, waktu yang berdenting
bersama denyut nadiku.
Biarkanlah aku memiliki ruang
Biarkanlah aku memiliki pemikiran
Biarkanlah aku memiliki segala kenang
: Tentang semua hal yang menghidupkan kembali
bahagia yang akan sirna kemudian.

Untukmu, masa yang sering kali berprosa ria
Menjadi fatamorgana bayang-bayang cinta
Menjadi puisi yang kadang terluka
dan menjadi kamu yang utuh dalam dada

Biarkanlah aku memiliki
larik yang senantiasa menyebutmu
dalam kalimat-kalimat yang menjelma puisi.
Dari cinta dan doa-doa, melambung tinggi ke haribaanNya yang satu

Akan aku kenang selalu
Namamu adalah awak kapal kata
Berlayar di tengah-tengah bait samudera puisiku
Mengantarkanku ke masa lalu sebelum akhirnya direnggut waktu
: Tubuhmu yang tak lagi dalam pelukanku

Kekasih yang meluangkan waktu sebelum kepergiaanya
Senantiasa engkau di sisiku

Jika memang nanti, engkau benar-benar harus pergi
terlebih dulu menghadap Tuhan yang Esa
Sebutkan satu harapku, terkabul bersamamu
Bersatu dalam hidup kekalmu

Jika memang nanti telah berlalu
Harapku adalah semoga yang takkan pernah lupa berdoa
Adalah harapan yang takkan pernah mengingkari kenyataan

Untukmu kekasihku. Menghiasi hiidup
dan setiap lembar jalanku
: Ceritaku penentu akhir cintaku
Dengamulah, aku temukan segala bentuk
dari propaganda dunia. Mengantarkanku
pada kecerdasan buatan buah pikir
"Aku mencintamu dalam setiap helaan nafasku"

Sampai bertemu kemudian
Ketika Tuhan bersedia mempersatukan
Cinta yang lebih dulu bertandang
__________________________________________ ____
Naskah Asli 21 September 2015
Disunting di Yogyakarta 26 Agustus 2018

No comments:

Berkomentarlah yang sopan dan jangan sertakan link apapun

Powered by Blogger.